Langsung ke konten utama

Postcrossing: Pengalaman Mengirim dan Menerima Kartu Pos Berbagai Negara

Halo! Kali ini saya akan membahas salah satu pengalaman saya dalam surat-menyurat. 
Sebenarnya ini menggunakan kartu pos. Namanya postcrossing. Secara sederhana, sistem kerjanya adalah mengirim kartu pos secara acak dan nanti setelah sampai kita akan menerima kartu pos juga secara random. Selengkapnya bisa dilihat di website-nya sendiri postcrossing.com

Terdengar kuno memang. Awalnya, saya juga iseng-iseng berhadiah menemukan situs tersebut. Terdorong rasa penasaran saya pun mencobanya pertama kali pada Juli 2017 lalu. Pertama-tama membeli kartu pos di olshop lalu sambil menunggu pesanan saya membeli prangko ke kantor pos terdekat. Kebetulan kantor posnya cukup dekat dan bisa jalan kaki. Setelah mendapat keduanya, saya pun mendaftar  dan mengirimkan 5 kartu pos pertama. Tidak lupa membubuhkan ID yang dimiliki oleh masing-masing kartu.

Isi ID-nya adalah singkatan nama negara (strip) kartu pos keberapa yang telah dikirim oleh Negara tersebut. . Contohnya GB-123456. ID ini sangat penting untuk ditulis dalam kartu posnya. ID ini seperti kode khusus dimana si penerima bisa register­ supaya si pengirim tahu bahwa kartu posnya telah sampai.

Sekitar sebulan kemudian, saya mendapatkan notifikasi e-mail bahwa salah satu kartu pos saya sudah sampai waktu itu. Selang sebulan lagi, kartu pos pertama saya pun datang. Waktu itu rasanya seneng banget!!! Beneran! Setelah sabar tunggu dua bulan, akhirnya tahu kalau ini benar-benar real.
Sejak itu pun, saya ketagihan. Pada awalnya, orangtua membolehkan saja. Tapi setelah beberapa saat, orangtua mulai menentang karena saya sangat boros. Dan memang dalam sebulan saya bisa menghabiskan sekitar seratus ribu. Biasalah pelajar, harus nabung dulu. Tapi sebenarnya worth it, kok! Serius deh!

Akhirnya setelah galau beberapa lama, saya pun memutuskan untuk berhenti mengirim. Pertama, selain ternyata punya kebutuhan yang lain, kantor posnya yang walaupun dekat, waktunya sering tidak pas. Saya hanya bisa mengirimkan kartu pos sepulang sekolah sekitar jam 4. Tapi kantor pos tutup pada pukul 3 sore. Alhasil seringkali pulang dengan kecewa.

Pada intinya, jika teman-teman ingin mencobanya maka siapkan dulu kartu pos dan prangkonya sebelum meminta alamat, supaya si penerima tidak terlalu menunggu lama. Yang kedua harus ekstra sabar karena butuh waktu yang lumayan lama apalagi suka sedih kalau kartu pos yang dikirim tidak pernah sampai. Kemudian pintar-pintar mengatur keuangan khusunya bagi kantong pelajar.

Jika ada pertanyaan boleh ditulis di kolom komentar.
Sekian saja untuk kali ini. Selamat mencoba!

Komentar

  1. How do you play live dealer casinos?
    When you buy live casino games 배당흐름 from casinos, you betting can get your first deposit 슬롯 게임 bonus up to 먹튀폴리스 검증업체 for casino players to deposit $10,000 or bet365 우회 주소 more for live games.

    BalasHapus
  2. Casino Tycoon Casino Map & Floor Plans - Mapyro
    Casino 경산 출장안마 Tycoon Casino 논산 출장샵 Floor 영주 출장안마 Plans - 충주 출장안마 Find 동두천 출장샵 your way around the casino, find where everything is located with Mapyro's detailed casino floor plans.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Analisis Resensi Buku Fiksi

Tugas Bahasa Indonesia Resensi Buku Fiksi “Mengungkap Jatidiri Tanpa Batas”   Nama  :           Salsabila Paradisa Kelas  :           XI MIPA 7 Identitas Buku Judul Buku         : Seek & Dream Come True Penulis                : Farida Adefia Utami Editor                 : Muhammad Istifan Ilustrator             : Iwan F. Hambali Penerbit              : PT. Senama Sejahtera Utama Cetakan              : Pertama, 2009 Tebal Buku     ...

Contoh Analisis Resensi Buku Non-Fiksi

Tugas Bahasa Indonesia Analisis Buku Non-Fiksi Nama  :           Salsabila Paradisa Kelas  :           XI MIPA 7 SMAN 4 Bandung Identitas Buku Judul Buku         :        Hypnosis For Student Penulis                :        Ichsan Solihudin, S.S Penyunting         :        Andika dan Diha Penerbit              :        DAR! Mizan Cetakan              :        Kedua, Maret 2015 Tebal...